Latest Movie :
Recent Movies
Showing posts with label FOREX/INDIKATOR. Show all posts
Showing posts with label FOREX/INDIKATOR. Show all posts

INDIKATOR TERBARU

SILAHKAN MENIKMATI INDIKATOR terbaru ini... di sarankan indikator ini menggunakan timefrime 15 menit....begitu tanda panah keluar,,,bisa langsung anda open posisi...
KALAU MASIH KURANG NGERTI ANDA BISA TANYAKAN LANGSUNG DI BLOG INI...
SEMOGA INDIKATOR INI BERMANFAAT BAGI ANDA SEMUA
AMIIIIIN

SALAM TRADER

INDIKATOR indikator Ad&Ha bisa anda download di bawah ini


bagi anda yang telah mendownloadnya,,,harap di koment,,,untuk memperjelas ke akuratnya dari berbagai pengguna...

Menjadi Trader Forex Profesional - (Bagian 3)


Setelah pada bagian 2 kita telah menguji kemampuan menggunakan metode dan strategi trading pada account demo, pada bagian ini kita bahas mengenai aspek psikologis saat transisi dari account demo ke account riil dan pengaturan resiko yang efektif. Anggap saja Anda telah siap mental untuk mulai ‘lepas landas’.
III. Lepas landas menuju pasar riil 
Trading dengan dana riil secara mental berbeda dengan demo. Anda harus menerima kenyataan bahwa sangat mungkin Anda akan mengalami kerugian sejumlah uang tertentu. Banyak trader yang coba-coba dan cenderung mengadu untung ketika baru membuka account riil, mengabaikan rencana trading karena tergoda oleh kenyataan bahwa mereka bakalan mendapatkan uang beneran. Inilah salah satu aspek dari psikologi trading yang mesti Anda pahami sebelum memikirkan untuk hidup dari trading (trading for living). Intinya hindarilah berpikir untuk menjadi ‘kaya dengan cepat’, tetapi berpikirlah bagaimana menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu.
Langkah 7: Terjun ke live trading
Seperti telah disebutkan diatas, psikologi trading di account live sangat berbeda dengan sewaktu Anda menguji kemampuan trading di account demo. Perhatikan hal-hal berikut ketika Anda terjun dan lepas landas menuju account riil:
- Selalu kendalikan emosi Anda - Aspek utama yang harus diperhatikan ketika Anda trading dengan account riil adalah faktor emosi Anda. Emosi hampir tidak berperan ketika Anda masih di account demo, sebaliknya Anda akan cenderung tegang dan was-was ketika menggunakan uang beneran. Karena faktor emosi ini bisa membuat Anda mengabaikan langkah-langkah sistematis dalam rencana trading yang bisa berakibat merusak hasil trading Anda, usahakan untuk trading di account live dengan cara yang sama seperti yang Anda telah lakukan di account demo.
- Gunakan dana yang memang Anda telah persiapkan untuk trading forex atau dana yang ‘siap hilang’. Jangan pernah menggunakan dana untuk biaya hidup sehari-hari. Anggaplah itu modal usaha Anda karena trading forex memang adalah sebuah bisnis beneran. Cara pikir ini bisa menghindarkan Anda cara trading yang emosional.
- Bersiaplah menerima kenyataan bahwa Anda sangat mungkin akan mengalami kerugian. Walaupun mungkin sinyal trading Anda benar-benar valid, Anda tidak bisa dengan pasti mengetahui apa yang akan terjadi di pasar. Mengetahui kenyataan ini akan sangat membantu Anda memahami realitas yang terjadi dalam trading forex.
- Tetap konsisten pada rencana trading dan tidak menambah atau mengurangi menu-menu yang telah pernah Anda terapkan dalam account demo. Merubah langkah dalam rencana trading dengan misalnya melakukan analisa yang berlebihan bisa mengacaukan proses trading yang telah biasa Anda jalankan.
- Tirulah cara pikir para trader profesional bahwa hasil trading tidak diukur dari sekali atau dua kali membuka posisi, tetapi dilihat dari hasil keseluruhan trade yang telah Anda lakukan selama jangka waktu tertentu.
                                  

Langkah 8: Mengatur resiko dengan efektif

Dengan mengatur resiko yang efektif, Anda juga akan mengendalikan emosi dan melakukan cara trading yang benar. Mengatur resiko dengan efektif artinya besarnya resiko yang Anda tentukan setiap kali membuka posisi sudah sesuai dengan rencana Anda dan sudah cukup membuat Anda nyaman hingga bisa trading dengan tanpa emosi.
Seperti telah pernah dibahas pada tulisan sebelumnya, tidak ada ketentuan baku berapa persen seharusnya besar resiko dari modal Anda.  Para trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tentu hal ini sangat relatif dan tergantung dari kondisi keuangan trader masing-masing, tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan efektif. Yang harus tetap diingat adalah bahwa besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pip, dan ditentukan dalam persentasi dari modal atau balance dalam account trading kita.
Position sizing atau menentukan besarnya ukuran lot hendaknya dihitung setiap Anda membuka posisi berdasarkan besar stop loss yang Anda tentukan sesuai kondisi pasar saat itu. Jadi besar position size selalu berubah setiap Anda akan membuka posisi.
Seperti yang telah Anda lakukan dalam account demo, tetaplah mengacu pada risk/reward ratio yang biasa Anda terapkan, misalnya 1 : 2 atau 1 : 3 tergantung dari kondisi pasar. Usahakan Anda bisa menerapkan risk/reward ratio dengan rasional dan konsisten, agar dalam jangka panjang diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit Anda secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya.
Sebagai tambahan yang mungkin belum tercakup dalam renvana trading Anda, hindari untuk membuka beberapa posisi secara bersamaan jika Anda belum benar-benar berpengalaman. Penambahan posisi untuk memaksimalkan profit misalnya teknik averaging, bisa Anda lakukan jika memang kondisi pasar benar-benar mendukung dan sesuai dengan rencana trading Anda.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Menjadi Trader Forex Profesional - (Bagian 2)


Pada bagian 1 telah dibahas bagaimana membangun pondasi yang kuat dalam trading dengan memilih metode trading dan strategi money management. Langkah berikutnya adalah menguji kemampuan Anda dalam menggunakan metode dan strategi tersebut pada account demo.  Untuk itu Anda perlu membuat sebuah rencana trading yang mencakup money management sebelum Anda masuk pasar dan jurnal trading untuk mengevaluasi hasil trading Anda.
II. Menguji kemampuan trading 
Bagian ini sangat penting dilakukan dalam proses menjadi seorang trader profesional. Mungkin Anda berpikir membuat rencana trading dan jurnal trading sangat membosankan dan Anda tidak membutuhkannya, bahkan mungkin Anda juga bosan dan tidak membutuhkan account demo. Tetapi bagaimanapun persepsi Anda tentang rencana trading dan jurnal trading, hal itu tidak merubah kenyataan bahwa kedua hal tersebut memang penting dan merupakan alat untuk trading yang sangat diperlukan apalagi jika Anda seorang trader pemula dan belum banyak pengalaman. Jika Anda mengabaikan hal tersebut, boleh jadi Anda akan tersungkur sebelum menjadi trader forex profesional.
Merencanakan langkah-langkah sebelum masuk pasar dan melakukan evaluasi hasil trading adalah dasar untuk menjadi seorang trader yang disiplin dan bisa berkembang. Rencana dan evaluasi merupakan bagian penting dari proses trading yang mesti Anda lakukan dengan konsisten. Setelah mengetahui bagaimana proses trading yang benar serta memilih metode dan strategi trading seperti langkah 1 sampai 3 pada bagian 1 artikel ini, berikut langkah-langkah selanjutnya untuk uji coba kemampuan trading Anda.
                            

Langkah 4: Menguji rencana trading

Merencanakan trading sesuai dengan langkah-langkah dalam strategi Anda perlu dilakukan agar cara trading Anda sistematis dan terorganisir yang nantinya Anda rasakan manfaatnya bila telah terjun dalam account riil dengan uang beneran. Bukanlah suatu kebetulan jika trader yang tanpa rencana trading sering mengalami loss. Rencana trading berisi tahapan baku yang harus dilakukan dengan disiplin baik dalam menerapkan metode analisa untuk masuk pasar ataupun strategi money management yang telah Anda sepakati. Tanpa rencana trading yang jelas, Anda akan cenderung untuk melibatkan emosi dalam trading yang berakibat fatal, selain itu Anda sulit memperoleh hasil yang konsisten karena tidak menggunakan kerangka acuan yang jelas dan sistematis. Nah, mestinya rencana trading yang telah Anda buat perlu diuji coba dalam beberapa kali trade atau masuk pasar, apakah sudah cukup efektif dan nyaman untuk dibuat acuan, atau perlu disesuaikan lagi dan disusun ulang. Tahapan dalam menguji sebuah rencana trading adalah:
1. Menguji metode trading - Apakah sudah cukup efektif dan profitable dalam sekian kali Anda masuk pasar? Jika masih kurang efektif karena mungkin agak rumit dalam interpretasinya, buatlah lebih sederhana dan langsung (to the point). Yang penting metode trading Anda bisa memberi probabilitas profit yang tinggi. Misalnya jika Anda kebetulan menggunakan metode price action, tentukan kriteria formasi bar yang terbentuk (pin bar, fakey bar, inside bar) untuk dibuat acuan entry disamping faktor pendukung yang tampak (level support dan resistance) serta kondisi pasar saat itu (trending dan sideways).
2. Menguji strategi money management - Apakah sudah cukup nyaman dengan risk/reward ratio yang telah Anda tetapkan? Diluar pengalaman Anda menentukan level stop loss dan target profit yang sesuai dengan kondisi pasar, faktor penentuan resiko lebih bersifat pribadi tergantung dari kondisi keuangan Anda. Tetapi jika setelah diuji coba Anda merasa kurang nyaman dengan risk/reward ratio sebelumnya, Anda bisa sesuaikan lagi asalkan masih logis dan sesuai kondisi pasar.
3. Menguji strategi memaksimalkan profit - Apakah kondisi pasar saat ini trending dengan kuat? Jika ya dan Anda telah menerapkan teknik averaging atau pyramiding, apakah peningkatan profitnya cukup signifikan? Kecakapan menggunakan teknik tersebut akan meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman dan frekuensi trading Anda.
Langkah 5: Menguji trading jurnal
Seperti telah pernah dibahas sebelumnya bahwa jurnal trading adalah sebuah track record evaluasi hasil trading serta alat untuk memantau perkembangan trading secara menyeluruh. Cobalah Anda menggunakannya dalam beberapa kali trade dengan mencatatkan hasil trading pada jurnal trading Anda. Untuk menguji apakah Anda sudah mendapatkan manfaat dengan jurnal trading tersebut, cobalah menjawab hal-hal berikut:
1. Apakah Anda sudah cukup disiplin? - Dengan evaluasi hasil trading pada setiap posisi yang telah Anda lakukan Anda akan mengetahui apakah Anda konsisten pada kriteria stop loss dan target profit pada rencana trading Anda. Jika Anda merubah kriteria pada rencana trading, usahakan tetap disiplin dan bertanggung jawab dalam penerapannya.
2. Apakah Anda perlu belajar lebih lanjut meningkatkan kemampuan trading? - Dari perkembangan hasil akhir trading Anda, tentu bisa diketahui persentasi profit (winning percentage) dan persentasi loss-nya. Jika Anda mersasa hasilnya kurang profitable, Anda bisa belajar lebih lanjut guna meningkatkan kemampuan dalam analisa pasar, money management dan lainnya.
3. Apakah Anda perlu meningkatkan hasil trading dengan misalnya mencari investor? - Jika Anda telah cukup puas dengan perkembangan hasil trading Anda selama ini yang tercermin dalam return yang Anda peroleh selama kurun waktu tertentu, Anda mungkin bisa mencari investor guna mengembangkan profesi trading Anda. Hal ini tentu tergantung dari rencana jangka panjang Anda, tetapi paling tidak Anda telah tahu sampai dimana perkembangan profesi trading Anda dengan melihat pada jurnal trading yang telah Anda buat.
Langkah 6: Menguji broker trading Anda lewat account demo
Account demo sangat Anda perlukan guna menguji coba semua aspek yang Anda pelajari dalam trading forex. Langkah 4 dan 5 diatas Anda lakukan dalam sebuah account demo yang Anda buka tentunya di broker forex favorit Anda. Biasanya trader menggunakan account demo selama 3-6 bulan sebagai persiapan sebelum ke account riil, atau untuk menguji coba sebuah metode trading baru. Peran broker trading Anda sangat penting terutama untuk menyelaraskan proses trading yang Anda lakukan dengan rencana trading Anda. Perhatikan apakah proses eksekusi posisi yang Anda buka berlangsung cepat, lambat atau mungkin sering ‘re-quote’ (istilah pada platform Metatrader 4 untuk mengulang sebuah posisi yang dibuka). Selain itu hendaknya Anda memilih broker yang telah teregulasi dengan benar dan menawarkan kondisi trading yang berlaku umum, misalnya daya ungkit (leverage) yang tidak terlalu besar serta level stop-out (level margin untuk menentukan margin call) yang normal. Jika mungkin nanti Anda akan tetap menggunakan broker tersebut untuk membuka account riil, Anda mesti benar-benar tahu kualitas broker tersebut.
Gunakan account demo selama mungkin sampai Anda benar-benar siap ‘lepas landas’ terjun menuju pasar riil seperti yang akan dibahas dalam seri bagian 3 artikel ini.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Menjadi Trader Forex Profesional - (Bagian 1)



Untuk menjadi seorang trader forex profesional atau ingin hidup hanya dari trading (trading for living), tidak bisa ditempuh dengan cara kilat atau instan. Ada beberapa tahapan yang mesti dijalani dari waktu ke waktu.
Tulisan Nial Fuller tentang bagaimana menjadi trader forex profesional ini terdiri dari 4 bagian:
I. Membangun pondasi yang kuat  II. Menguji kemampuan trading  III. Lepas landas menuju pasar riil  IV. Menggabungkan pengetahuan dan kemampuan trading.
I. Membangun pondasi yang kuat
Membangun sebuah pondasi yang kokoh untuk menjadi seorang trader profesional diperlukan waktu dan usaha Anda dalam mempelajari semua aspek dalam pasar forex. Dari pengalaman Anda jatuh bangun dimulai dari seorang trader pemula hingga pada apa yang telah Anda capai sekarang tentu banyak hikmahnya. Jika Anda masih merasa kurang atau mungkin tertinggal, tentunya Anda tidak harus berkecil hati. Dengan tetap teguh pada tujuan Anda untuk menjadi seorang trader serta konsisten untuk terus belajar dan evaluasi diri, cepat atau lambat tujuan Anda akan jadi kenyataan.
                          

Langkah 1: Proses trading yang benar

Menjadi seorang trader profesional dimulai dari hasil trading yang konsisten serta kemampuan trading yang berkembang dari waktu ke waktu. Jadi tahap pertama yang mesti Anda raih adalah hasil akhir trading yang konsisten dalam periode waktu tertentu, tentu saja harus profit. Hal ini dapat Anda capai tanpa harus trading dengan full time seperti pada umumnya para trader profesional. Yang penting Anda harus disiplin pada waktu dan usaha yang telah Anda rencanakan untuk trading forex. Balance account yang kecil bukan berarti Anda tidak bisa trading dengan hasil yang konsisten setiap bulan. Jika balance awal Anda $1,000 dan target Anda diakhir bulan harus jadi $25,000, tentu hal ini sulit dicapai dan kurang realistis. Bisa-bisa Anda malah menutup account ditengah jalan. Anda tidak harus memaksakan diri dengan target profit yang fantastik. Bahkan seorang trader profesional yang mengelola dana cukup besar tidak memasang target profit yang terlalu muluk. Hasil konsisten hanya bisa diperoleh bila Anda menerapkan money management dengan efektif, dan ukuran profit yang konsisten adalah relatif terhadap balance account Anda. Jika dengan balance awal diatas Anda tetapkan risk/reward ratio sebesar 1:3, atau Anda akan mendapatkan 3R (reward 3 kali resiko) tiap bulan, artinya dalam setahun Anda menghasilkan 3 X 12 =3 6R. Katakan resiko per trade Anda adalah $25 atau 2.5% dari balance awal Anda yang $1,000, maka dalam setahun Anda memperoleh profit $25 X 36 = $900, atau 90% return. Hasil yang sangat memadai bagi seorang trader profesional. Nah, jika nantinya balance Anda $100,000, dengan target yang sama profit Anda $90,000 per tahun, dan dengan sejuta dollar keuntungan Anda per tahun jadi $900,000 jika resiko tetap 2.5% atau $25,000 per trade. Mungkin Anda merasa profit $900 per tahun kurang  bisa diterima, tetapi proses trading yang Anda lakukan sudah benar dan inilah pondasi yang penting untuk melangkah ke tahap berikutnya. Banyak investor yang mengincar Anda jika Anda memang mampu trading dengan profit yang konsisten.
Langkah 2: Menguasai dasar dan metode trading
Jika Anda telah tahu tujuan trading forex bukan untuk menjadi kaya dalam waktu singkat melainkan menghasilkan profit yang teratur dan konsisten, maka langkah berikutnya adalah mengevaluasi pengetahuan Anda tentang dasar-dasar trading forex. Banyak trader yang telah lama berkecimpung di pasar forex tetapi masih kurang memahami margin, leverage, ukuran lot dan lainnya. Jika Anda ingin serius di pasar forex, sudah seharusnya Anda melakukan evaluasi pengetahuan tentang dasar aturan baku dalam dunia forex. Anda mesti menguasai benar sebelum memilih dan menentukan metode trading, karena beberapa aturan baku tersebut sangat berhubungan erat dengan strategi money management yang akan Anda terapkan. Dan jika Anda telah memilih satu metode yang paling pas untuk trading, gunakan dalam account demo sampai Anda mahir dan terbiasa menerapkannya. Kalau Anda ingin serius menjadi seorang trader forex profesional, tentunya Anda harus menguasai dasar dan aturan baku dalam trading forex disamping mahir menggunakan metode dan strategi trading yang telah Anda pilih.
Langkah 3: Menggunakan strategi trading yang efektif
Strategi trading yang efektif adalah yang sederhana, tidak rumit, mudah diterapkan dan profitable. Sederhana berarti tidak banyak batasan atau sering merubah setting parameter, tidak rumit dengan banyaknya  indikator teknikal serta mudah diterapkan dalam semua kondisi pasar baik trending maupun ranging. Salah satu contoh adalah strategi trading dengan price action yang dikombinasikan dengan level support dan resistance. Probabilitas strategi ini untuk menghasilkan profit cukup tinggi jika digunakan dalam time frame daily. Selain itu perlu juga strategi untuk memaksimalkan profit misalnya dengan menerapkan teknik averaging atau pyramiding jika kondisi pasar memungkinkan.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

3 pertanyaan penting sebelum anda ikut trading


Forex trading dapat memberikan pendapatan yang sangat besar, merubah hidup mereka menjadi miliarder, Namun, tidak semua trader, melainkan hanya beberapa saja yang sukses. Anda bisa bergabung bersama grup elit ini, dengan kemauan yang keras, informasi yang tepat, dan mindset yang benar.
pertanyaan pertama yang harus anda tanyakan kepada diri anda adalah :

1.
Apakah anda telah mempelajari secara pasti bagaimana dan mengapa sistem anda akan bekerja?
Pertanyaan ini mungkin sederhana namun banyak trader tidak memperdulikannya. Banyak trader pemula membeli robot fore dari internet dan berpikir bahwa ribuan dollar yang mereka keluarkan dapat memberikan penghasilan otomatis. Namun,faktanya, kebanyakan dari sistem/robot tersebut hanyalah sampah dan belum pernah di tradingkan secara langsung, atau hanya bermodalkan hasil dari simulasi yang dilebih-lebihkan. Jika anda masuk kategori ini, katakan selamat tinggal untuk modal anda. Sistem apapun yang anda gunakan, anda harus memiliki kepercayaan diri tentang bagaimana dan mengapa sistem anda akan terus berjalan untuk jangka waktu yang akan datang. Jika anda tidak mengerti bagaimana sistem anda berjalan, anda akan kehilangan kedisiplinan untuk mengambil resiko kerugian dan tetap mempercayai sistem anda untuk memperoleh keuntungan kembali. Kesuksesan dalam trading terbentuk oleh hal-hal berikut ini : Memahami &  mengerti metode yang digunakan + kepercayaan terhada sistem yang diciptakan = Kedisiplinan dan kesuksesan jangka panjang.

2. Dapatkan anda menerima beberapa kerugian secara beruntun dalam jangka waktu panjang ?
Untuk beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan anda akan tetap percaya kepada sistem anda ketika dia mengalami kerugian ? Semua trader terbaik tau bahwa tidak ada sistem yang sempurna, dan mereka tetap setia menggunakan sistem tersebut hingga akhirnya kembali ke jalur yang benar dan memperoleh keuntungan. Jika anda berfikir bahwa ini tidak akan terjadi pada anda , pikirkan kembali – karena ini pasti akan terjadi.

3.  Apa kelebihan anda ?
Pikirkan mengenai hal ini – 95% dari trader mengalami kerugian dan hanya 5% yang mendapatkan keuntungan, Jadi kesuksesan di dunia forex itu tidak segampang membalikan telapak tangan. Para pemenang mempunyai kelebihan masing-masing, yang membuat mereka bergabung bersama 5% trader di grup elit. Anda harus mempunyainya, dan percaya kepada kelebihan yang anda miliki, dan ikuti dengan kedisiplinan.
Itu tadi 3 pertanyaan yang harus para pemula tanyakan kepada diri mereka sendiri dan jika anda tidak bisa menjawabnya dengan baik, anda harus melanjutkan pendidikan forex anda sampai anda bisa dengan yakin menjawab seluruh pertanyaan diatas.

Forex trading tidaklah mudah – namun semua orang dapat belajar untuk trading dan bisa memperoleh kesuksesan. Hanya diperlukan ilmu yang cukup dengan mindset yang tepat. Forex trading untuk pemula adalah bagaimana belajar dengan benar dan memperoleh mindset yang tepat dengan berlatih dan menggabungkannya untuk menjadi kelebihan anda hingga bisa mendapatkan keuntungan, dan jika anda bisa melakukan ini – Kesuksesan di dunia forex akan menjadi milik anda.

Tips Sukses Trading Forex



Berikut kami rangkumkan tips sukses para trader kawakan dan yang juga telah menjalani profesi Trader(trading for Living).
1. Buat perencanaan dan gambaran trading dengan baik. Kriterianya, Anda harus mengetahui kapan :
  • Buka posisi
  • Berapa angka Stop Loss & Take Profit yang 'ideal' 
  • Punya strategi manajemen keuangan (money management). Hal ini terkait dengan berapa lama Anda bertrading dalam satu bulan, bagaimana tingkat ketahanan  account anda terhadap resiko loss, kapan tarik dana, kapan menambah dana, dan alokasi pendapatan untuk tabungan, investasi dan konsumsi.
2. Jadikan trend sebagai sahabat karib Anda (Trend Follower). Jangan pernah melawan trend pasar (meski bukan termasuk aturan wajib). Jika harga sedang naik, Anda dapat memasang posisi Buy dan sebaliknya jika harga sedang turun maka Anda dapat memasang posisi Sell. Kebanyakan orang sering mengambil sebaliknya (counter trend) dan seringkali salah - walaupun ada juga sih yang sering benar :). 
3. Pertahankan dengan baik & seksama modal Anda. Jangan biarkan modal Anda sampai $0.0. Jika memang loss, cobalah pertahankan 10 - 50% dari modal Anda, sehingga pada saatnya nanti hendak menambah dana atau injeck, Rupiah atau Dollar yang disetor tidak terlalu besar. Bayangkan jika Anda harus menambah dana besar untuk trading Forex akibat loss Anda.
Jika dalam dua tiga kali trading sudah menghabiskan 20 - 40% dari modal akibat loss, berhentilah sejenak. Tahan diri Anda untuk membuka posisi baru. Jangan turuti diri Anda untuk "membalas dendam" atau "ingin balik modal". Coba tenangkan pikiran dan kepala Anda. Susun sistem trading Anda kembali di Demo Account. Sisihkan waktu 3 hari - 1 minggu untuk coba sistem trading di Demo Account.
Jika sudah mantap, silahkan masuk kembali ke Real Account.
4. Mengetahui kapan saatnya buang "racun". Istilah racun adalah posisi Buy atau Sell yang telah dibuka yang telah floating(posisi mengambang/belum ditutup) negatif atau posisi minus yang lumayan besar. Katakanlah jika Buy GBP/USD Anda sudah -150 poin dalam kurun waktu 2 jam, apakah masih layak dipertahankan. Atau jika posisi AUD/USD sudah minus -100 dalam kurun waktu 20 menit, apakah masih disayang-sayang ??!
Ah, nanti kan harga balik lagi. Nah, jika harga ndak balik-balik, kita jadi "keracunan" sendiri, baik pikiran dan jasmani. Kita bisa sakit secara jasmani jika memikirkan posisi yang belum ditutup yang mencapai 200 poin misalnya. Ingat saja, cari uang zaman sekarang agak sulit yah. Kalo sudah ndak produktif dalam waktu 2 - 3 jam, yah harus diamputasi/Cut Loss. Potong, buang yang sudah membengkak & tidak produktif. Apalagi yang mau melakukan posisi menginap, lebih dari satu hari dengan mengharap profit yang lebih wah dan juga mendapat bunga  premium, wajib hukumnya memasang Stop Loss. Saran kami, jika hendak diteruskan esok hari,pasanglah Stop Loss 200 poin dari titik open posisi Anda. Gunakan saja fasilitas Trailing Stop jika disediakan oleh platform trading.   
Rencanakan Stop Loss Anda sedini mungkin. Hari-hari ini, pergerakan harga untuk Euro & Pound mencapai 200 - 400 poin per hari. Tentukan ideal Modal Awal & Stop Loss Anda dengan situasi seperti itu.
5. Jangan emosi. Jika sudah mencapai target harian atau bulanan, segera keluar dari market. Jangan serakah.
Hindari rasa takut. Nah ini terkait dengan tips no.6, be informed. Jika sudah mengetahui sejauh mana harga bisa bergerak dengan indikator teknikal & fundamental, jangan mencari penyakit. Jangan ragu untuk memasang Stop Loss atau Trailing Stop untuk membatasi kerugian.
6. Be smart & informed. Bukannya bermaksud mendukung salah satu TV Swasta, melainkan jadilah trader yang pintar. Pintar disini adalah punya dasar kenapa harus Buy dan kenapa harus Sell. Artinya, Anda harus meriset pasar secara Fundamental dan Teknikal. Bukalah Berita harian dari Belajarforex.com atau Forexfactory.com. Sesuaikan tanggal & waktunya dengan waktu dimana Anda berada.
7. Segera tulis trading Anda pada sebuah jurnal trading. Buat catatan Laba/Rugi harian Anda. Catat juga sebab-sebabnya, kenapa rugi dan kenapa untung. My Trading Diary .....
8. Saat harga sideways atau sedikit pergerakan, jangan masuk pasar. Intinya jika nurani Anda sendiri ragu-ragu, bagaimana dengan trading forex Anda. Ibaratkan saja Account Forex Anda sebagai mobil yang membawa Anda pada profit/keuntungan.
* Tidak berlaku bagi mereka yang memang spesialisasinya di saat market sideways!
9. Jangan trading terlalu banyak atau berlebihan. Dalam satu hari, bagi Anda seorang scalper maksimal 10 kali posisi. Untuk Anda yang Daytrader baiknya maksimal 2 posisi dan Swing Trader lebih sedikit lagi. Ingat, kondisi analisa teknikal & fundamental Forex yang sering berubah-ubah dari waktu ke waktu.
10. Never Give Up. Jangan menyerah.. jangan pernah menyerah. Loss di Demo $5000 dalam waktu 1 bulan, coba lagi dengan dana $1000. Loss, masuk lagi dengan dana $3000, dst. Temukan sistem trading yang cocok bagi diri Anda. Tujuannya hanya satu : Profit & Konsisten.
Sumber : Google.com 

Teknik Analysa Dasar Trading


DAFTAR AGEA

1. Teknik analysa dasar trading

Mari kita mulai dengan analisis praduga yang sebenarnya teknis. Dalam situasi ini saya akan mengambil strategi yang berlebihan sehingga Anda dapat memahami bagaimana analisis teknis yang digunakan dalam memperoleh keuntungan dalam menangani perdagangan mata uang. Tentu saja, dalam latihan itu tidak begitu. Anda dapat menggabungkan dua meneliti (fundamental dan teknikal) untuk memperoleh rencana berurusan terbaik untuk Anda.
Para chartist (orang-orang yang melaksanakan analisis teknis), percaya bahwa mereka dapat 
mengetahui gaya gerakan biaya di kemudian hari dengan jumlah tergantung pada pernyataan kembali dalam waktu sebelumnya. Singkatnya mereka memiliki jargon ini: "Sejarah selalu berulang itu sendiri." Sudut pandang ini tentu saja berbeda dengan fundamentalis di mana pilihan komitmen keuangan pada nilai perdagangan mata uang tergantung pada prinsip-prinsip dasar keuangan, tanggung jawab pemerintah dan keuangan.
Alat utama adalah data spesialis teknis (chart - itulah mengapa mereka dikenal sebagai chartist). Melalui data ini mereka dapat melihat pola berkelanjutan, interval pola, jumlah transaksi dan tahap emosional yang bisa Anda dapatkan. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 faktor, tentu saja keuntungan akan segera mengalir ke dompet Anda. Mari saya ulang:
1. Kecenderungan terus menerus
2. jumlah transaksi
3. Psikologis tahap (support dan resistance)
4. Kerangka waktu yang terjadi.
Yup, itu saja. Memang, tujuan chartist adalah peramalan empat faktor. Tapi sekarang query yang tepat adalah bagaimana kemampuan kita untuk memperkirakan harga? Nah itulah yang harus teratur pada batu asah setiap hari. Tidak ada teknik ideal individu baik penting dan teknis. Encounter dan diri Anda sendiri bagian utama di sini.
Analisis teknis itu sendiri memiliki beberapa bidang analisis primer atau berbeda. Umumnya membahas, analisis teknis dipisahkan menjadi kantor beberapa signifikan, yaitu:



Apakah penelitian khusus memiliki kelemahan?? Tentu saja. Seperti yang saya katakan tadi, tidak ada yang sempurna. Mari saya sarikan kelemahan kedua dari penelitian ini dalam bentuk tabel:

Kelemahan dalam Analisis Penting                        Kelemahan dalam Analisis Khusus
> Perlu waktu untuk mendapatkan rincian.        > Ini membutuhkan banyak detail untuk kembali atas prediksi 
> sangat subjektif                                             > Sangat sedikit kemampuan chartist.
> Lebih cocok periode jangka panjang.            > Sulit diterapkan dalam pasar yang tidak memadai.

Nah itu untuk memperkenalkan penelitian khusus. Di tempat berikutnya kami pergi segera berkenalan dengan rincian. Anda pasti tidak ingin terlalu banyak rincian yang diselesaikan hingga tidak berkembang Anda pusing?

semoga bermanfaat  
?

KAMUS DAN ISTILAH DALAM TRADING DAN BURSA EFEK


BEBERAPA ISTILAH DALAM TRADING YANG HARUS KITA KETAHUI


Above The Market : Perintah untuk menjual sekuritas atau surat berharga di atas harga pasar saat itu.

Acceleration Theory : Teori yang mengatakan bahwa perubahan pada tingkat konsumsi akan mengakibatkan perubahan yang bahkan lebih besar pada jumlah pembelian dan tingkat produksi. Tindakan ini dilihat sebagai salah satu bentuk pendorong inflasi.

Acceptance : Persetujuan untuk membeli atau menjual sekuritas/kontrak mata uang tertentu pada tanggal tertentu dan dengan harga tertentu dimasa depan.

Account : Semua catatan pembukuan yang menyangkut berbagai transaksi seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating loss/profit dan nilai buku riil.

Account Balance : Selisih antara debit dan kredit dalam suatu rekening. Bila debitnya lebih besar dari kredit, maka rekening tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain disebut defisit. Sedangkan sebaliknya disebut surplus.

Account Executive : Seorang karyawan dari perusahaan pialang/dealer suatu perusahaan pialang saham/valas, disingkat AE. AE padat mengajukan order beli atau jual terhadap sekuritas/mata uang, dan diijinkan mengelola rekening klien. Di negara-negara yang sudah maju, jabatan AE harus memiliki izin/sertifikasi dari badan bursa nasiobal setempat.

Account Statement : Laporan berkala yang menjelaskan status dari berbagai transaksi beli/jual sekuritas/kontrak mata uang seorang nasabah.

Accounting Rate of Return : Tingkat laba akuntansi. Laba yang dihasilkan selama suatu periode akuntansi dibagi dengan jumlah uang yang diinvestasikan selama periode yang sama.

Analisa Fundamental : Lihat Fundamental Analysis

Analisa Teknikal : Lihat technical analysis

Apresiasi : Penguatan sebuah mata uang atau saham, dari akibat respon positif atau deman yang lebih tinggi dari partisipan pasar.

Arbitrage : Pembelian atau penjualan saham/valuta asing/longam mulia/obligasi/atau komuditas lain dari satu pasar ke pasar lainnya yang terpisah tetapi berhubungan. Peluang arbitrage muncul saat dua perusahaan berencana melakukan merger atau ketika suatu kontrak mata uang ditransaksikan di lain jenis pasar, agar didapat keseimbangan nilai atau selisih kurs spot lewat cross rate.

Arbitrage Bond : Obligasi-obligasi minisipal yang diterbitkan dengan tujuan untuk mendanai ulang obligasi berbunga lebih tinggi sebelum obligasi ini boleh ditebus. Untuk mendapatkan keuntungan suku bugan, dana hasil penerbitan baru diinvestasikandalam sekutiras-sekuritas surat utang tertentu sampai tanggal penebusan tiba.

Arithmatic Investing : Metode investasi yang mengurangi resiko yang dihadapi investor dengan cara mengestimasi tingkat keuntungan sepanjang peroide waktu tertentu.

Around : Beberpa poin diatas atau dibawah harga target (harga par). Misalnya, ketika mengkuotasikan premium atau harga spot yang ingin dibeli/jual. Istilah three-three around berarti 3 poin dibawah atau diatas harga yang diinginkan (par).

Asian Development Bank : Sebuah bank internasional yang berkantor pusat di Filipina yang membantu pertumbuhan sosial dan ekonomi di Asia dengancara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.

Ask Price : Harga penawaran penjualan suatu kontrak mata uang/saham.

Asset : Segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan atau individu, dari mulai bangunan, perlalatan, hingga aktiva yang tak berwujud seperti paten dan reputasi.

Asset Allocation : Alokasi investasi dalam berbagai asset demi meraih tujuan-tujuan tertentu seperti level resiko, tingkat keuntungan, dan potensi apresiasi.

Asset Backed Security (ABS) : Obligasi-obligasi yang dijamin(di-back up) oleh piutang, seperti kartu kredit, mobil, sewa guna peralatan, kredit personal tanpa jaminan, rumah, serta asset lainnya yang bergerak. Sekuritas ini biasanya dirancang agar mendapatkan rating kredit yang tinggi.

Asset Play : Sebuah sekuritas/saham yang menarik, karena harga pasarnya tidak mencerminkan nilai dari asset-asset perusahaannya.

Asset Valuation Estimasi : nilai suatu asset yang akan menjadi dasar pengenaan pajak.

At a Discount : Sekuritas yang dijual dengan harga dibawah nilai par.

At a Premium : Sekuritas yang dijual dengan harga diatas nilai par.

At Best : Perintah untuk membeli sekuritas pada harga terbaik tersedia.

Back Dating : Penulisan tanggal pada suatu cek atau dokumen lain, dimana tanggal ini lebih awal daripada tanggal penarikan aktual. Juga seorang investor yang memegang sertifikat Reksadana yang awalnya tidak menandatangani letter of intent (LoI), dapat menandatangani LoI ini dalam 90 hari semenjak tanggal pembelian Reksadana tersebut.

Back Office : Departemen atau divisi yang bertugas memproses berbagai hal mengenai transaksi keuangan diluar departemen dealing room. Biasanya terdiri dari departemen settlement, accounting, finance.

Back-end Rights Right : yang melindungi kepentingan keuangan pemegang saham. Taktik ini digunakan oleh manajeman saat perusahaan terancam diambil alih. Jika pengambil alih berhasil membeli sebagian saham beredar tetapi tidak mampu menyelesaikan pengambilalihan sesuai nilai yang ditawarkan manajemen, para pemegang saham dapat menukarkan right dengan kas, saham preferen, atau sekuritas-sekuritas hutang lainnya, sehinga merugikan pihak yang mengambil alih.

Bad Debt : Kredit macet, atau saldo piutang kredit yang tak tertagih dan kemudian dibiayakan oleh perusahaan.

Bail Out : Penalangan.

Balance : Saldo.

Balance Budget : Anggaran berimbang. Ekspektasi penerimaan sama dengan ekspektasi pengeluaran selama suatu periopde tertentu.

Balance of Payment : Neraca pembayaran. Neraca yang mencatat semua transaksi keuangan internasional sebuah negara dengandasar pembukuan double-entry. Komponen-komponen Neraca pembayaran adalah neraca berjalan (impor dan ekspor barang serta jasa), neraca modal (mobilitas investasi), dan neraca emas (mobilitas emas yang dimiliki). Surplus dan defisit ditujukan dalam account yang berbeda.

Balance of Trade : Nilai dari ekspor dikurangi impor suatu negara.

Balance Sheet : Neraca. Status keuangan sebuah perusahaan atau individu pada suatu waktu tertentu.Komponen-komponen neraca adalah aktiva, kewajiban dan ekuitas.

Ballooning Defisit Effect : Efek defisit pemerintah yang membumbung tinggi dengan menghasilkan efek yang lebih besar pada perekonomian.

Bank Guarantee Letter : Surat garansi bank.

Bank Sentral : Lihat "Central Bank"

Bank Syndicate : Sindikasi perbankan. Sekelompok bank yang bersatu untuk menjual atau menjamin emisi sekuritas tertentu.

Bar Charts : Diagram batang. Jenis grafik ini menunjukan harga pembukaan, penutupan tertinggi, dan terendah dari suatu mata uang atau saham. Perubahan-perubahan nilainya terjadi dari waktu ke waktu. Biasanya dipakai oleh kalangan dealer/trader di mata uang/sekuritas untuk melakukan forcasting, atau perkiraan harga yang mungkin muncul dimasa yang akan datang. Pada analisis bar charts ini dikenal pula berbagai macam pola (chart pattern) yang menggambarkan se\uatu kondisi kumpulan harga pada masa tertentu untuk kemudian diantaisipasi gerakan harga selanjutnya menurut pola yang sudah pernah terjadi dimasa lampau.

Barrel of Oil : Barel adalah standar ukuran volume minyak mentah dalam perdagangan minyak internasional. Satu barrel sama dengan 42 galon minyak pada suhu 60 derajat Fahrenheit.

Base Currency : Dalam pengertian umum, hal ini menjelaskan sebuah mata uang yang dimiliki seorang investor dalam neracanya. Dalam pasar valas, Dollar AS normalnya dinamakan sebagai base currency untuk diperdagangkan terhadap berbagai mata uang lainnya. Dihitung setiap satu dollar AS per mata uang counterparties. Pengecualian sistem base currency ini adalah terhadap Euro, Pound Sterling, Australian dollar dan berbagai mata uang yang diletakan dimuka dollar AS pada kuotasinya, menandakan mata uang tersebut menjadi direct currency.

Bear Market : Satu kondisi dimana harga di pasar terus menurun.

Bearish : Istilah praktisi pasar uang/saham yang menunjukkan trend harga yang menurun.

Biaya Transaksi : Lihat transaction cost

Bid Rate : Harga yang dikehendaki oleh trader untuk membeli sebuah mata uang tertentu.

Bid/Ask Spread : Perbedaan harga beli dan jual pada suatu waktu tertentu. Jarak/perbedaan harga beli dan jual ini sering dijadikan indikasi likuiditas pasar. Artinya, jika spread semakin berkurang, maka semakin tinggi likuiditas keadaan pasar saat itu.

Boiler Room : Ruangan yang penuh sesak dengan pesawat telepon, yang digunakan oleh tenaga-tenaga pemasaran untuk menawarkan berbagai sekuritas spekulatif dan sekuritas palsu kepada infvestor prospektif.

Bond : Obligasi. Sekuritas surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah, yang memiliki tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo yang tetap. Karakteristik dari obligasi ini dimuat dalam bond indenture, diantaranya adalah apakah bunga dan prinsipal akan dibayarkan kepada orang yang anamnya tertera pada sertifikat obligasi, atau kepada siapa pun yang memegang obligasi, dimana dsalam kasus ini obligasi yang dimaksud disebut dengan bearrer bond.

Bottom Price : Harga terendah yang terjadi pada rentang waktu tertentu.

Cable : Istilah lain yang dialamatkan para trader valas global untuk sebuah nilai tukar STERLING/DOLLAR. Disebut demikian dikarenakan awalnya nilai tukar tersebut memang ditransmisikan lewat sebuah kabel pengirim (transatlantic cable) yang dimulai pada pertengahan 1800.

Candlestick Chart : Sebuah jenis grafik yang mengindikasikan kisaran transaksi pada suatu mata uang/saham. Berisi informasi mengenai harga Pembukaan, Tertinggi, Terndah,dan Penutupan. Jika harga penutupan berada diatas harga pembukaan, maka jenis Candle kosong, sebaliknya jika harga penutupan berada dibawah harga pembukaan (harga turun) maka candle akan berisi. Pola analisis ini diperkenalkan pertama kali oleh para pedagang komuditas di Jepang pada awal abad 18-an.

Central Bank : Bank milik pemerintah yang bertugas menangani kebijakan moneter negara yang bersangkutan. Sebagai contoh, di Amerika disebut Federal Reserve, di Indonesia Bank Indonesia.

Chartist : Seseorang yang menggunakan chart dan grafik, serta membuat interpretasi trend data/sejarah pergerakan harga untuk menentukan trend dan membuat prediksi dimasa yang akan datang. Sering disebut juga sebagai Pialang Teknkikal

Choice Market : Satu kondisi dimana harga pasar tak ada selisih. Semua pembeli dan penjual menunjuk di harga sama.

Clearing : Proses penyelesaian dari sebuah transaksi

Closed Postion : Penutupan posisi dilakukan setelah pembukaan dilakukan. Bila pembukaan posisi adalah Buy maka penutupannya adalah Sell dan sebaliknya.

Collateral : Sesuatu kecenderungan pada keamanan sebuah pinjaman atau sebagai garansi dari pelaksanaan.

Commission : Biaya Komisi yang dibebankan oleh seorang broker terhadap investornya.

Confirmation : Bentuk konfirmasi baik dalam bentuk rekaman maupun dokumen yang mengindikasikan telah terjadinya sebuah transaksi dari konterparti atau pihak tertentu yang bersangkutan dengan jumlah, satuan dan waktu transaksi tersebut dilakukan.

Contagion : Kencederungan/tendensi sebuah krisis ekonomi pada satu pasar beralih ke pasar lainnya. Pada tahun 1997, stabilitas politik di Indonesia telah menyebabkan tingginya ketegangan pada harga mata uang Rupiah. Dari sana, tendensi merambat ke negara-negara Asia lainnya seperti Hongkong, Amerika latin.

Contract : Standar dari satuan transaksi. Biasanya juga merupakan minimal satuan kontrak transaksi.

Counterparty : Satu atau beberapa konterparti dalam sebuah transaksi keuangan.

Country Risk : Resiko yang diartikan bersumber dari landasan utama transaksi tersebut dilakukan, termasuk pertimbangan legal dan kondisi politik sebuah daerah.

Cross Rate : Nilai tukar antara satu atau beberapa mata uang yang tidak menjadi patokan standar negara dimana mata uang tersebut diperdagangkan. Contohnya adalah, di Indonesia atau di Amerika Serikat transkasi mata uang EUR/JPY akan disebut sebagai transaksi cross rate, dimana untuk negara kawasan zona Euro dan Jepang kedua mata uang tersebut disebut sebagai mata uang primer yang diperdagangkan.

Currency : Sebuah mata uang yang dilegalkan oleh sebuah negara yang dimonitor langsung oleh bank sentralnya dan digunakan sebagai alat transaksi resmi negara tesebut.

Currency Risk : Peluang resiko yang mungkin ada pada sebuah perubahan harga saat ini atau pun dimasa yang akan datang.

Currency Symbol : Singkatan untuk mata uang sebuah negara. Sebagai contoh: AUD-Dollar Australia; CAD-Dollar Kanada; EUR-Euro; JPY-Yen Jepang; GBP-Poundsterling Inggris; CHF-Franc Swiss, IDR-Indonesian Rupiah. Kode-kode mata uang ini ditentukan oleh International Standard Organization pada ISO 4000.

Day Trading : Mengacu pada sebuah posisi transaksi keuangan tertentu yang dibuka dan ditutup pada hari yang sama (tidak bermalam).

Dealer : Seorang individu yang bertindak melakukan berbagai transaksi keuangan untuk dan atas nama satu prinsipal tertentu atau konterparti. Biasanya Prinsipal tertentu mengambil satu posisi yang berharap akan dapat memetik keuntungan dari selisih harga transaksi tersebut dari konterpartinya. Hal yang lain dilakukan oleh seorang broker biasanya menjadi perantara transaksi tertentu dari individual atau korporasi baik untuk transaksi jual maupun beli dengan mendapatkan komisi transkaksi.

Deficit : Sebuah kondisi negatif pada suatu neraca perdagangan/pembiayaan.

Depresiasi : Turunnya nilai mata uang satu negara terhadap negara lain karena tekanan pasar.

Derivative : Kontrak perdagangan yang dapat berubah-ubah nilainya sesuai dengan pergerakan harga atau waktu. Contoh yang paling umum dari konrak jenis ini adalah saham dan forex.

Devaluasi : Penurunan nilai kurs, biasanya karena pengumuman resmi.

Dove : Kebijakan ekonomi yang cenderung untuk menahan atau bahkan menurunkan suku bunga. Pelaku kebijakan dove percaya bahwa naiknya inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat umum sehingga menaikkan suku bunga tidak diperlukan.

Euro : Kurs dari European Monetary Union (EMU), perserikatan negara-negara Eropa.

European Monetary union (EMU) : Merupakan perserikatan negara-negara Eropa. Tujuan utama didirikannya serikat ini adalah untuk membuat mata uang tunggal negara-negara Eropa yang disebut Euro yang pada akhirnya menggantikan mata uang negara masing-masing anggotanya. Transisi dimulai tahun 1999 dan pada akhir 2002 direncanakan hanya Euro yang berlaku dinegara-negara anggota EMU. Anggota dari EMU adalah Jerman, Belgia, Luksemburg, Austria, Finlandia, Irlandia, Belanda, Italia, Spanyol dan Portugal.

Federal Reserve (Fed) : Bank Sentral AS.

Flat : Istilah trader/dealer terhadap pasar yang stagnan. Sebagai contoh, Anda membeli $5000 dan menjual $5000 sehingga disebut flat (datar).

Foreign Exchange (forex, FX) : Pertukaran mata uang asing, secara sederhananya adalah dengan membeli dan menjualnya kembali pada harga yang berbeda.

Fundamental Analysis : Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.

G7 : Tujuh negara industri maju yaitu US, Jerman, Perancis, Inggris, Kanada dan Italia.

Gross Domestic Product (GDP) : Nilai keseluruhan dari hasil produksi suatu negara, pendapatan berdasarkan batas fisik negara tersebut.

Gross National Product (GNP) : GDP ditambah pemasukan dari hasil pendapatan investasi atau penghasilan dari luar lainnya.

Harga Spot : Lihat "spot price"

Hawk : Kebijakan ekonomi yang cenderung mempertahankan kestabilan harga-harga barang dan jasa dengan cara menaikkan suku bunga. Alan Greespan, gubernur The Fed sebelum Ben Bernanke merupakan salah satu pejabat pemerintah bertipe hawk.

Hedge : Sebuah posisi atau kombinasi beberapa posisi yang diambil untuk mengurangi resiko kerugian.

Hit the Bid : Istilah sebagai diterimanya penjualan pada bid yang diinginkan.

Indikator Ekonomi : Data statistik yang dikeluarkan pemerintah menyangkut pertumbuhan ekonominya. Indikator umum antara lain tingkat pengangguran, produk domestik bruto, inflasi, retail sales, dsb.

Inflasi : Lihat "Inflation"

Inflation : Kondisi ekonomi dimana harga barang-barang mengalami kenaikan sehingga mengurangi daya konsumsi.

Initial Margin Deposit : minimum yang dikenakan untuk memulai bertransaksi sebagai jaminan dimasa yang akan datang (future).

Intervention: Aksi yang diambil oleh Bank Sentral untuk mengontrol mata uang negara yang bersangkutan.

Leading Indicator : Statistik utama yang digunakan untuk memprediksikan aktivitas ekonomi dimasa yang akan datang.

Leverage : Biasa disebut juga margin. Rasio yang dibutuhkan dalam bertransaksi pada forex. Contoh, apabila leverage yang ditetapkan 1:100 maka dengan $500, nasabah dapat membeli Dollar 100 kali lipatnya yaitu $50000.

LIBOR : London Inter-Bank Offered Rate. Bank lain menggunakan LIBOR untuk meminjam dananya dari Bank lain.

Likuidasi : Lihat "Liquidation".

Limit Order : Digunakan untuk membatasi nilai maksimum pada transaksi yang diinginkan sehingga apabila telah mencapai rate yang diinginkan maka akan posisi akan tertutup dengan sendirinya.

Liquidation : Penutupan posisi yang ada melalui eksekusi yang dilakukan trader atau pun oleh sistem.

Long Position : Posisi yang dibuka pada rentang waktu yang panjang.

Lot : Satuan standar untuk deal yang terjadi. Setiap deal, nilai yang ditetapkan adalah dalam jumlah lot. Di Indonesia, besarnya bervariasi berganutng pada kebijakan Dealer/Pialang. Pada MARKETIVA  1 Lot Mikro = $1 atau Quantity 10000.

Margin : Modal yang diperlukan sebagai jaminan dalam bertransaksi.

Margin Call : Permintaan dari pialang untuk mnambahkan sejumlah deposit agar posisi yang ada tidak terlikuidasi oleh karena margin telah habis.

Offer (ask) : Rate yang diberikan dealer pada saat penjualan kurs. Lihat 'ask'

One Cancel Others (OCO) : Salah satu order yang membatalkan order lainnya karena tereksekusinya satu diantara kedua order tersebut.

Open Order : Order yang tereksekusi.

Open Position : Transaksi yang sedang aktif. Perubahan nilai kurs untuk pair yang open berarti terjadi juga perubahan profit/loss.

Order : Instruksi untuk mengeksekusi perdagangan pada rate tertentu.

Overnight Position : Open position yang terus berlangsung sampai bussiness day dihari berikutnya.

Pair : Pasangan mata uang yang ditransaksikan.Contoh EURUSD, GBPUSD, dsb.

Pips : Satuan terkecil dari forex. Pips diambil dua angka terakhirdari nilai kurs, biasa juga disebut point. Misalnya GBPUSD hari ini bergerak dari 1.8200 ke 1.8250 itu artinya GBPUSD mengalami kenaikan sebanyak 50 pips atau 50 points

Political Risk : Resiko yang mungkin muncul pada perubahan kurs karena perihal politik.

Premium : Untuk setiap transaksi yang melewarti satu hari (overnight position) maka akan dikenakan premium oleh pihak bank yang besarnya bisa positif atau negatif.

Price Transparency : Menyangkut validitas harga yang ditawarkan dealer. Harga harus dapat diakses semua orang dan valid.

Profit/Loss atau P/L atau Gain/Loss : Keuntungan/kerugian yang ter-realisasi setelah open position di tutup.

Quote : Nilai kurs. Biasanya digunakan hanya untuk sekedar informasi.

Range : Selisih antara harga tertinggi dan terendah pada momen tertentu.

Resistance Point : Level psikologis tertentu yang berada diatas harga pada saat tersebut. Pada saat menjelang resistance point diharapkan pasar akan menjual kembali kurs yang telah dibeli sehingga nilai tukar akan melemah.

Revaluation : Menguatnya nilai tukar dari suatu mata uang karena adanya intervensi Bank Sentral negara yang bersangkutan. Lawan dari devaluasi.

Risk : Resiko karena adanya hal-hal yang tidak pasti atau diluar perhitungan yang ada yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Risk Managemet : Sejumlah analisa dan fasilitas yang digunakan untuk meminimalisasikan resiko dan mencegah kerugian.

Roll Over : Kontrak perdagangan yang diteruskan pada hari berikutnya sampai dilakukannya penutupan posisi. Produk-produk lantai bursa merupakan kontrak jenis ini.

Settlement : Proses penempatan dan perekaman transaksi yang ditempatkan oleh trader menyangkut harga dan kurs basis yang berlaku. Dilakukan oleh dealer melalui system.

Short Position : Istilah lain untuk pembukaan Open Sell.

Spot Price : Harga market pada saat itu.

Spread : Selisih pip untuk open position pada harga "buy" dan harga "sell". Semakin kecil Spread, akan semakin menguntungkan Investor dikarenakan untuk mencapai titik impas (BEP) tidak memerlukan pergerakan harga yang besar.

Sterling : Kata lain dari mata uang Pound Inggris.

Stop Loss Order : Order yang diberikan untuk sebuah transaksi pada titik tertentu sehingga apabila nilai tukar kurs telah menyentuh titik tersebut, secara otomatis order ditutup posisinya. Ini merupakan "batas bawah" untuk mencegah kerugian lebih jauh.

Support Level : Batas bawah tertentu yang telah dianalisa. Diharapkan menjelang batas ini, nilai tukar kurs akan kembali menguat. Merupakan lawan dari "resistance".

Swap : Sebuah swap mata uang adalah transaksi yang simultan pada jumlah tertentu yang diberikan pada sebuah mata uang yang levelnya ditentukan kemudian.


Technical Analysis : Sebuah upaya peninjaulan atau analisis harga sebuah mata uang dengan mempergunakan data statistik seperti harga yang telah terjadi, harga rata-rata, volume, dan lain-lain.

Tick : Perubahan harga dalam rentang tersingkat.

Tomorrow Next (Tom/Next) : Jenis transaksi pembelian atau penjualan dari sebuah mata uang untuk penyerahan sehari sesudahnya.

Transaction Cost : Biaya transaksi finansial yang dibutuhkan.

Transaction Date : Tanggal transaksi.

Turnover : Total nilai uang (volume) dalam seluruh transaksi keuangan pada suatu waktu.

Two Ways Transaction : Transaksi dua arah.

Uptick : Harga kurs yang baru yang nilainya ternyata lebih tinggi dari nilai yang diprediksikan

US Prime Rate : Suku bunga pinjaman yang diberikan oleh bank komersial kepada konsumen komersial utamanya. Jenis suku bunga lainnya biasanya tergantung dari jenis suku bunga ini, yang dalam banyak hal ?tapi tidak selalu- bergantung pada tren-tren dimasa lalu dan tren-tren potensial dimasa depan.

Value Date : Tanggal yang ditentukan oleh sebuah perusahaan pialang untuk kebutuhan suatu transaksi atau pembayaran yang jatuh tempo, dalam keadaan normal biasanya dibutuhkan waktu dua hari kerja. Juga dikenal dengan istilah Tanggal Jatuh Tempo.

Variation Margin : Dana yang harus diminta seorang broker pada kliennya untuk kebutuhan posisi di pasar mata uang yang ingin dipertahankan oleh kliennya tersebut.

Volatility : Suatu harga dikatakan high volatility bila harga tersebut bergerak aktif naik turun dengan cepat.

Volatility (Vol) : Sebuah metode statistik yang mengukur pergerakan harga di pasar dalam satu periode waktu tertentu.

Whipsaw : Istilah lainnya untuk sebuah kondisi pasar yang memiliki tingkat volatelitas harga yang tinggi, dimana sebuah mata uang bergerak sangat cepat pada satu arah, dan kemudian diikuti oleh pembalikan harga seketika.

DASAR INFO FOREX BAGI PEMULA


DASAR-DASAR FOREX


1. Forex Trading bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja (Senin sampai Jumat) berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul 04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang berlangsung pukul 07.00 – 16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 19.30 – 04.00 WIB



2. Perdagangan di sessi Asia biasanya harga tidak terlalu memperlihatkan pergerakan (flat). Harga biasanya mulai bergerak saat memasuki sessi Eropa (14.00 WIB) dan puncak pergerakan biasanya terjadi pada saat sessi Amerika dibuka jam 19.30.

3. Berita ekonomi saat sessi Amerika dibuka (US open) biasanya sangat ditunggu pelaku pasar / trader. Karena pergerakan harga bisa sampai 100 – 200 point. Selalu mengikuti berita ekonomi dan analisanya terhadap pasar uang dunia di web site seperti http://www.forexnews.com atau http://www.bloomberg.com Anda tinggal pilih!

4. Berita ekonomi (economic indicator) yang penting dan banyak mempengaruhi pergerakan harga, seperti berita tentang Non Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), Trade Balance, CPI, kenaikan suku bunga dll

5. Mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah pasangan mata uang seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY. Mata uang ini dipilih karena pergerakannya sangat fluktuatif.

6. Bila GBP/USD dan EUR/USD sedang dalam kondisi “down trend” maka biasanya USD/CHF dan USD/JPY dalam kondisi “Up Trend”. Tapi bila suatu saat harga ini bergerak tidak berlawan seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib hati-hati untuk memasang posisi (entry) pada hari itu.

7. Mata Uang: GBP (Great Britain Poundsterling) mata uang negara Inggris , EUR (Euro) mata uang negara-negara Eropa, USD (United States Dollar) mata uang Negara Amerika Serikat, CHF(Swiss Franc) mata uang negara Swiss, JPY (Japanese Yen) mata uang negara Jepang.

Bila GBP/USD =- 1.8541 berarti 1 GBP = 1.8541 USD
Bila EUR/USD = 1.2778 berarti 1 EUR = 1.2778 USD
Bila USD/CHF = 1.2250 berarti 1 USD = 1.2250 CHF
Bila USD/JPY = 114.50 berarti 1 USD = 114.50 JPY
Atau contoh mudah :
Bila USD/IDR = 9800 berarti 1 USD (Dollar) sama dengan 9800 IDR (Rupiah)

Penguatan dan Pelemahan mata uang, kadang-kadang masih banyak orang yang terbalik membacanya, mana mata uang yang menguat dan mana mata uang yan melemah. Bila GBP/USD bergerak dari harga 1.8540 ke 1.8590 (naik). Maka ini berarti GBP/USD mengalami kenaikan 50 poin. Terhadap masing2 mata uang; GBP mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang USD mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Dollar (USD) yang dibutuhkan untuk membeli GBP semakin besar yaitu dari 1.8540 menjadi 1.8590 per 1 Poundsterling (GBP). Pendek kata nilai, nilai Pound makin mahal terhadap Dollar.

Artinya harga bergerak 400 point. Terhadap masing2 mata uang; USD mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang IDR mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Rupiah (IDR) yang dibutuhkan untuk membeli Dollar (USD) semakin besar yaitu dari 9500 menjadi 9900 per 1 Dollar (USD). Pendek kata nilai, nilai Dollar makin mahal terhadap Rupiah.

8. Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dalam perdagangan Forex dikenal istilah "Two Ways Opportunities ?" Yaitu transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. Bila trend harga sedang naik maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi BUY (offer). Sedang bila trend harga sedang turun maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi SELL (bid). Contohnya :

Posisi BUY (offer)
Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend naik (up trend). Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “BUY’ dengan quantity 1000 ($10) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8550 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak naik terus sampai 1.8640. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis resistan yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8640. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 90 poin ( 1.8640 – 1.8550 = 90 point )

Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 1000 ($10) adalah 10x90/100(leverage) = $9 (profit)

Posisi SELL (bid)

Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend turun (down trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “SELL’ dengan quantity 10000 ($100) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8860 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak turun terus sampai 1.8780. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis suppot yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8780. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 80 poin ( 1.8860 – 1.8780 = 80 point )

Keuntungan yang kita peroleh

Dengan Quantiy 10000 ($100) adalah 100x80/100(leverage) = $80 (profit)

*Perhitungan profit ini berbeda antara direct currency (GBP/USD, EUR/USD) dengan indirect currency (USD/CHF,USD/JPY). Akan dibahas lain waktu.

9. Analisa teknikal dan analisa fundamental sangat penting untuk dipelajari guna menganalisa pergerakan harga. Analisa Teknikal adalah analisa pergerakan harga dengan melihat grafik pergerakan harga sebelumnya ( 5 menit, 30 menit , 1 jam, atau 1 hari yang lalu) biasanya dilengkapi dengan indicator-indikator untuk melihat tren harga dan untuk memutuskan kapan harus masuk pasar (Entry) dan kapan harus keluar dari pasar (Exit). Sedangkan Analisa Fundamental adalah analisa yang didasarkan melihat perkembangan ekonomi suatu Negara. Misalnya kenaikan suku bunga bank, inflasi, NFP dll

10. Jangan menggunakan time frame yang kecil untuk menentukan trend harga seperti 1 minute (1M), 5 minute (5M). Karena terlalu banyak “gelombang” yang bisa menelan
Gunakan time frame 1 jam (1H) untuk menentukan trend dan time frame 5 minute (5M) untuk melihat pergerakn harga. Atau gunakan time frame 1hari (1D) untuk melihat trend dan gunakan 1 jam(1H) untuk melihat pergerakan harga. 

Contoh : Trend daily (harian) sedang naik, usahakan pada hari itu jangan memasang posisi yang berlawan dengan trend harian. Lihatlah pergerakan harga pada time frame 1H (1jam), bila harga sedang turun tunggulah harga sampai dasar dan memantul kembali naik (bounce). Intinya “buy at bottom and sell at top” beli saat harga berada di dasar dan jual pada saat harga berada di puncak.

11. Pilih strategi yang sesuai dengan Anda. Uji dahulu (back test) dengan demo account selama sebulan. Lihat hasilnya apakah memberikan probability keuntungan yang tinggi atau malah probability kerugiannya sangat besar. Kunci keberhasilan dalam trading adalah sabar dan disiplin dengan strategi yang sudah Anda yakini, hindari nafsu serakah dan rasa takut serta hindari rasa terburu nafsu untuk segera membalas kekalahan.

12. Dalam trading gunakan paling banyak 10% saja dari equity yang Anda miliki.Misal uang di account marketiva Anda 100 USD. Gunakan paling banyak 10 USD untuk trading. Selalu pasang sotp loss 5% dari equity untuk membatasi kerugian. Dan ketahui kapan harus masuk pasar dan kapan harus keluar dari pasar.

13. Terus belajar dan tambahlah pengetahuan anda dalam forex trading Pelajari strategi dari forum2 dan trader lain pelajari money management, pelajari trading psychology dsb dll meski Anda selalu berhasil dalam trading Anda

14. Ikuti forum-forum forex serta mailing list yang banyak di internet. Tidak perlu membayar dalam mengikuti forum forum ini. Gratis ! dan yang jelas pengetahuan Anda akan semakin bertambah dengan banyak berdiskusi dan membaca artikel2 mereka.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ACEH BLOGGER INFO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Free Blogger Template Design Collection